Sitename

Description your site...

IDRUSD 13/06/16, rupiah merosot tajam

IDRUSD 13/06/16, rupiah merosot tajam

FOREXFBS.NET – IDRUSD 13/06/16, pada pembukaan perdagangan hari ini dibuka merosot, bahkan kembali tembus di level Rp13.300/USD, meski pada akhir pekan kemarin meninggalkan level tersebut. Pelemahan rupiah ini seiring jatuhnya mata uang Inggris, poundsterling. Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dibuka di level Rp13.348/USD dengan kisaran Rp13.335-Rp13.350/USD atau memburuk dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.295/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergerak ke Rp13.335/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.341/USD. Posisi ini tercatat semakin terkapar dari posisi sebelumnya di level Rp13.305/USD.

Menurut data Bloomberg, rupiah dibuka juga membaik di posisi Rp13.355/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.328-Rp13.366/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah semakin tidak membaik dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.294/USD. Dan pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.339/USD.

Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB ada pada level Rp13.337/USD atau semakin tidak berdaya dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.297/USD.

Dilansir Reuters, Senin (13/6/2016), mata uang Inggris Poundsterling jatuh ke level terendah dalam delapan pekan terhadap USD menjelang referendum yang bisa mendorong Inggris keluar dari Uni Eropa. Sementara, yen menguat secara luas setelah terjadi penembakan massal di Amerika

Serikat kemarin.Poundsterling turun 1,4% pada Jumat atau jatuh terbesar kedua sepanjang tahun ini, dan pada awal perdagangan di Asia hari ini kembali turun 0,2% ke level 1,4208.

“Referendum semakin dekat dan jajak pendapat menunjukkan pertarungan yang sangat ketat,” kata Shin Kadota, kepala strategi FX di Barclays. volatilitas pada sterling melonjak karena pelaku pasar merasa perlu untuk perlindungan terhadap jatuhnya mata uang itu. volatilitas pound tiga bulan melonjak menjadi 17,2%, level tertinggi sejak awal 2009.

Jajak pendapat yang dipublikasikan pada akhir pekan menunjukkan pemilih masih terbagi atas apakah untuk mengakhiri keanggotaan Inggris di Uni
Eropa. Pound juga mencapai satu bulan terhadap euro, yang naik sampai setinggi 79,355. Sementara yen melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun terhadap kedua mata uang yakni sterling dan euro karena investor mencari perlindungan di mata uang Jepang karena terkena sentimen lanjutan menyusul penembakan massal di Amerika Serikat kemarin.

Poundsterling mendekati posisi terendah tiga tahun terhadap yen di level 150,68, sementara euro juga turun ke titik nadir tiga tahun di level 119,52. Di sisi lain, USD kehilangan 0,4% terhadap yen menjadi 106,60.

Sementara banyak pelaku pasar berpikir Bank of Japan akan terus kebijakan ditahan dalam pertemuan pada 15-16 Juni, persepsi itu bisa berubah jika USD jatuh di bawah posisi terendah dalam 18 bulan di posisi 105,55. Euro terhadap USD merosot ke level 1,12475, terendah sejak 3 Juni.

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below